Tak Berkategori

Si Hawa yang ber-Adam

Kau terlalu bersikap sporadis terhadap aku. Seakan menguranggi citra sikap ke-hawa-an mu, yang seharusnya diincar dan diperebutkan oleh adam. Kau seperti adam. Memang tak salah, itu hak mu. Namun tahu kah kamu ? kalau aku merasa terganggu akan kedatanganmu. Kedatangan yang secara cepat dan begitu ingin memiliki.

 

Kenapa kau datang lagi. Datang dalam kehidupan ku yang sunyi. Aku masih ingin dalam kesunyian yang begitu tenang, walau terkadang menyakitkan. Tak masalah aku sunyi, karena dalam sunyi kutemukan api membara yang begitu memanaskan semangat.

Andai kau tahu. Aku dibingungkan oleh sikap mu, oleh tingkah laku mu. Kau memberi senyuman manis terhadapku. Aku balas senyum, kau akan terbang dalam kebahagiaan. Aku tak balas senyummu, kau akan tenggelam dalam kesedihan. Aku harus bagaimana ? atau kau yang gimana ?

 

Andai kau tahu. Bintang bintangku masih banyak yang berkelip dilangit malam, langit yang begitu gelap. Namun ku yakin suatu saat nanti langit itu kan terang, seterang sang surya yang menyinari bumi ini.

 

Ku mohon pada mu, untuk tak terlalu bersikap yang keterlaluan. Aku lelah, aku sudah berulang kali mengalami ini, mengalami pengalaman yang membuat diri ini merengek kesakitan. Kau tak akan mengerti betapa sakitnya tubuh ini. Betapa perihnya diri ini oleh pengalaman itu.

 

Aku yakin kalau orang yang baik, maka baju yang menempelnya pun ikut baik. Aku tak takut, kalau punĀ  kelak kau kan mengisi dan menghiasi hidup ini, menjadi tulang rusukku yang pas. Pasti tak akan kemana ko. Iya., tak akan kemana. Tak akan salah pasang tulang rusuknya.

Facebook Comments

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.