Filosofi, Inspirasi, Sinau

Cak Nun : Jangan Cari Uang!

Kembali “Go-Blog”, biar mengikuti isu terkini, dimana salah satu perusahaan ojek online dan ojek pangkalan yang masih saja rusuh, ya yang penting ada kata “Go-“ nya lah 😀 . Semangat Go-Blog memang kalah dengan semangatnya nge (Go)Jek, karena  memiliki latar belakang tujuan yang berbeda. Go-Blog suka rela dan semood hati, namun nge(Go)Jek memang tuntutan hidup, hiks.

Loh., ini yang mau dibahas apa? ko sampe bahas ojek online, gak nyambung -_-. Aits., masih nyambung ko tulisan kali ini dengan pembahasan ojek online dan ojek pangkalan yang masih rusuh saja. Tahu kah kalian? sebenarnya apa yang melatar belakangi perpecahan atau peperangan antara ojek online dan ojek pangkalan itu apa sih? Tarif ! yups bener, masalah tarif, tarif yang dipatok oleh ojek online dinilai menggunakan harga yang murah dari pada tarif ojek pangkalan. Ojek pangkalan merasa pendapatannya berkurang akibat ojek online yang menerapkan tarif bawah, ini permasalahannya.

Kalau boleh kita tarik kembali intisari dari permasalahan ini adalah uang. Uang ? yups uang yang setiap hari kita gunakan untuk kebutuhan, letak akar permasalahannya. Hanya karena uang sebagian kelompok merasa pendapatannya terganggu dan mengakibatkan sulit untuk makan, hanya karena uang satu sama lain bermarahan sampai bertahun-tahun, hingga akhirnya gara-gara uang seseorang rela membacok saudaranya sendiri hingga mati, padahal sesama anak cucu Adam yang sama-sama berprofesi sebagai driver ojek. Semua itu hanya karena uang. Coba bayangkan, bagaimana bisa hanya gara-gara lembaran kertas yang bernama ‘uang’ dapat menciptakan kematian.

Masih terpaut dari semua itu, tulisanku kali ini ingin lebih membahas apa yang sudah guru bangsa, Cak Nun katakan “Hidup kita ini janganlah mencari uang! derajat kita sangat rendah untuk mencari uang, Derajat kita haruslah diatas, kita yang dicari oleh uang” memang dalam dawuh beliau terkesan extrim  saat pertama kali mendengarnya. Cak Nun menambahkan, bahwa jika kita menyetir mobil,  motor dan mendapatkan hasil yang bernama uang, semua itu hanya menjadi efek moral dari pekerjaan. Artinya janganlah kehidupan kita, nafas, darah, pikiran serta sampai merendahkan diri hanya untuk mensibukan untuk mencari makhluk yang bernama uang, karena derajat kita ada diatas uang.

“Jika kita tidak terlalu sibuk mencari uang, maka sebenarnya potensi kita dicari oleh uang sangatlah besar, ”

imbuh beliau. Yups inti dari tulisanku ini ada dikalimat Cak Nun berikan ini. Sudah berulang kali sebenarnya perkataan beliau terbukti secara nyata dalam kehidupan nyataku. Kali ini, aku hanya berbagi salah satu kisah nyataku, yang tidak sibuk mencari uang namun potensi uang yang mengejar-ngejarku sangatlah tinggi.

Aku sekarang kuliah dan sambil berkecimpung disalah satu lembaga sosial yang mengurusi dana Zakat, Infaq,Sadaqah dan wakaf atau ZISWAF. Pekerjaanku dikantor bukanlah sebagai orang “fundraishing” atau orang yang demen nyari uang untuk program sosialnya. Aku ditempatkan dikerjaan yang setiap hari pegang HP kantor, pegang laptop mantengin sosmednya kantor, website, ngurusin konten komunikasi dengan pihak luar dan intinya tidak ada pekerjaan yang benar-benar menjabat sebagai gelar “Sang pencari uang kantor” tapi (eits ini berniat tahadus binni’mah ya, bukan sombong). Tapi apa ? pendapatan ku untuk kantor selama dua minggu sudah mencapai angka dua puluh juta Rupiah. Masih sedikit sih ya., hehe tapi menurutku pendapatan untuk kantor yang berlatar belakang sebagai lembaga sosial sudah termasuk besar, kenapa ? ada di sudut kantor devisi ‘Fundraising’ yang setiap harinya sibuk funding kesana kemari untuk mencari uang dan memang menjadi tulang pungung kantor dalam keuangan, namun selama dua minggu ini belum menyentuh angka dipendapatanku, bahkan pendapatannya masih jauh dibawahku. Ini fakta, ini benar terjadi (kembali) dalam kehidupanku dan bukan bermaksud sombong !. Hanya kembali mengingat bahwa apa yang dikatakan oleh Cak Nun itu benar, aku selama melakukan pekerjaan tidak ada niatan “ayuh ah rajin ini itu biar income kantor naik dan blaa blla blaa” blas, aku gak memikirkan atau terbesit hal seperti itu. Pikiranku hanya, masuk kantor, menunaikan kewajiban dan diakhir bulan mendapatkan hak sesuai dengan jam kerja, jika mendapatkan sedikit ya ga papa, dapat banyak Alhamdulillah. Mungkin berbeda dengan tim sudut kantor tersebut, yang memang hidupnya ditarget untuk mendapat sekian puluh juta, dan setiap hari, pagi, siang, dan malam memikirkan “bagaimana nih besok cari duit dimana ?”.

Inti dari semua ini adalah ya sama kaya apa yang dikatakan oleh Cak Nun hehe “Jangan Cari Uang ! Derajat kita diatas uang, kita yang harus dicari – cari oleh uang. Bahwa sebenarnya potensi uang yang datang ke kita sangat besar disaat kita tidak sibuk dengan mencari uang”

Facebook Comments

Tagged , , ,

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.