Aku tahu bahwa merangkai mimpi-mimpi tidaklah mudah

Terlebih untuk mewujudkan semua mimpi-mimpi itu

Lelah, penat, bahkan risau mungkin itulah santapan harian

Segala angan, yang pernah terbayang perlahan terlihat

Bak seorang penambang sudah menemukan celahnya untuk mendapatkan emas yang ia cari

Namun, apalah daya

Bahwa mimpi, angan tidak sebanding lurus dengan realita kehidupan yang ada

“Aku harus pulang!”

Batinku bergumam keras, tak kuasa melihat sang realita.

“Aku harus tetap menetap disini!!”

Ah, otakku juga lebih keras memprotes akan segala yang sudah terjadi.

 

Kau tahu?

Pemilihan untuk menetap dan pulang adalah perkara tidaklah mudah

Sebal, kesal sebenarnya.

Mengapa segala kehidupan ini penuh dengan pilihan yang begitu rumit?

Mengapa tak ada pilihan yang mudah?

Memilih untuk makan dan tidak makan, misalnya?

Kenapa tak seperti itu saja pilihan hidup?

Syudahlah, biarkan saja itu menjadi Qodrat Illahi

 

Lalu, aku harus menetap mengapai angan?

Atau pulang menjemput realita?

Facebook Comments