Monthly Archives

Juli 2015

Treveling

Sembilan Teknologi Cangih dibalik Hijaunya PT Semen Indonesia (Persero) Tbk

          wgi16    Saat pertama kali mendapatkan tawaran kopdar #WeGI3Semenku, yang diadakan oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Saya sempat terhenyat dalam pikiran, “ko ada yah industry ngedain kopdar komunitas on dan offline ? ditambah temanya Wisata Green Industry, kayaknya mustahil dech ada industry yang ramah akan lingkungan, jangankan ramah ? membuat hijau pun enggak, mustahil” ketus dalam pikiran saya. Karena ditempat saya berasal, Brebes, juga ada indusrty yaitu Pabrik Gula pasir, dimana almarhum ayah saya pernah bekerja di pabrik tersebut. Meskipun bukan pabrik semen, toh sama-sama namanya pabrik, pasti ada cerobong asap nya, ada limbahnya. Di pabrik dekat rumah saya saja, saat masa pengilingan tiba, huuu., kepulan asap disertai debu yang keluar dari cerobongnya sungguh membuat langit cukup tebal, ditambah lagi air limbah yang disalurkan ke sungai- sungai kecil mengalir deras di desaku.

            Demi menjawab rasa penasaran saya, saya memutuskan untuk ikut bergabung dalam acara kopdar #WeGI3Semenku yang diadakan oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Sabtu (6/6) lalu.

            Setelah lamanya waktu perjalanan yang saya tempuh, akhirnya tiba lah saya dan rombongan teman-teman dari segala komunitas tiba di Pabrik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yang terletak di Tuban. Satu kata yang saya ucapkan seketika “Amazing” ini pabrik atau taman kota ? bersih dan hijau, udaranya pun segar.

            Setelah mengikuti sederat agenda #WeGI3Semenku, saya berhasil menyimpulkan dibalik kehebatan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yang membuat kondisi lingkungan sekitar pabrik tetap bersih nan hijau. Apa itu ?  salah satunya adalah teknologi cangihnya, yaa., teknologi cangihlah yang membuat PT Semen Indonesia (Persero) Tbk ramah terhadap lingkungan.

            Penasaran guys apa saja teknologi yang digunakan oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk ? saya berhasil mencatat Sembilan teknologi cangih yang digunakan oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Yuk kita bahas, cek it dot.Read more

Inspirasi

Seklumit Cerita Perjalanan #WeGI3Semenku

Perjalanan menuju Jogja

“It’s been a long day, without you my friend, And I’ll tell you all about it, when see you again, we’ve come a long way.,.,.”

          Saya sumpalkan handset ke telinga, mendengarkan lagu dari Wiz Khalifa, Play list lagu berjudul See You Again. Ku lihat alrogi di telefon gengamku menunjukan pukul 15:30. Mentari memulai akan kembali ke peraduannya, cahaya kekuningan menembus kaca jendela bus, cukup menyilaukan, lalu kulihat beberapa papan di sekolahan dasar tertera nama sebuah kota, Purworejo. Dibalik kaca jendela pula ku perhatikan  hamparan padi yang sudah menunduk kuning, kuningnya padi sangat terlihat jelas dengan sorotan mentari yang juga kekuningan, tanda musim panen akan segera tiba, sungguh suasana yang begitu mengembirakan.

           “Gruuukkk…” tiba-tiba terdengar suara dari bawah bus, rasa-rasanya dari bawah kursiku. Saya dan beberapa penumpang khawatir apa yang sudah terjadi dibus yang saya tunggangi itu. Sang supir bus pun menghentikan laju bus, mengecek apa yang sudah terjadi dibawah bus. Setelah mengecek bersama kondekturnya, ternyata per bus yang kami tunggangi patah. Dikondisi kanan kiri adalah sawah dan tak ada bengkel, sang supir memutuskan tetap melaju dengan lambat sembari mencari bengkel.

          Setelah berjalan dengan lambat selama kurang lebih 30 menit, akhirnya kami menemukan bengkel. Padahal Jogja sudah dekat, tinggal menempuh waktu satu jam saja, sampailah di kota pendidikan itu. Tapi, apalah kata, yang namanya musibah tak ada yang tahu kapan waktunya dan dimana tempatnya.

            Setelah dicek oleh beberapa montir bengkel, ternyata per bus kami mengalami kerusakan yang cukup parah. Diperkirakan oleh montir bengkel, bus yang kami tunganggi akan bisa melaju kembali setelah mengalami perbaikan kurang lebih satu jam. Sebagian penumpang terlihat kecewa, karena tak bisa sampai Jogja pada jadwal yang mereka kira. Sembari menanti perbaikan, sang kondektur dan supir bus menghubungi pihak armada P.O bus.

            Read more

Treveling

#WeGI3Semenku Mempertemukan ku dengan Saudaraku

“Dunia ternyata sempit yah ? Ehh., ternyata kita masih saudara”

    IMG_20150606_171036 Sering denger kaliamat seperti itu sobat ? kalau saya pribadi bukan sering mendengarkan lagi, melainkan sudah terbukti dalam hidup saya. Beberapa minggu lalu, saya mendapatkan undagan dari panitia #WeGI3Semenku untuk mengikuti acara Wisata Green Industy yang diadakan oleh PT Semen Indonesia (persero) Tbk. Saat hendak memutuskan untuk berangkat dan tidaknya, saya memikirkan akan berangkat dengan siapa ? nasib jadi jomblowan sejati tuch begini, selalu bingung ngajak siapa untuk bisa digandeng dalam acara, atau pun sekedar jalan-jalan. Pacar ajah gak punya, sebenarnya saya iri dengan mereka yang kemana-mana bisa jalan sama pacarnya, lah saya ? Ehh…. Curcol. Alhasil saya menelfon sahabat akrab saya, sahabat yang akrab sejak masih di pesantren, Trian. Dia adalah patner organisasiku dulu, jadi kita begitu akrab. Oh ya selain keakraban kita, saya berani mengajak dia karena kebetulan dia berdomisili di Purwokerto, dan saya di Brebes, kita berniat untuk mengunjungi #WeGI3Semenku dari arah selatan (Yogyakarta).

     Read more

Sinau

Mocopat Syafaat : Sudah Mengalami Perubahan apa ?

Semilir angin malam kota pendidikan, Yogyakarta,  ditemani langit yang cerah bertaburan bintang. Membuka malam pertama dibulan Ramdhan, menjadikan seluruh alam, langit, bumi, serta makhluk hidup didalamnya bertasbih menyambut dengan suka riang bulan yang mulia. Malam yang penuh dengan kebersamaan, penuh dengan persatuan kaum islam di Nusantara, malam ini seluruh ormas islam bersepakat untuk melaksanakan ibadah puasa pada esok harinya.

Rabu malam 17 Juni, Selain keindahan persatuan umat islam, keindahan itu terpancar juga oleh para jamaah maiyah, karena dimalam yang indah ini, acara rutinitas bulanan Mocopat Syafaat diadakan. Bertempat di TKIT Alhamdulillah, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, seluruh penggiat maiyah berkumpul. Maiyah adalah sebutan bagi para jamaahnya Emha Ainun Najib atau sering dipangil dengan nama Cak Nun. Ia adalah salah satu tokoh budayawan di Indonesia yang sangat banyak memberikan kontribusi kepada masyarakat di bumi pertriwi ini.

Suasana sangat ramai, halaman serta perkarangan milik masyarakat sekitar penuh sesak berjejer rapih motor para jamaah, pedagang atribut Maiyah pun berjejer rapih menjajakan barang dagangannya kepada para jamaah. Tak sampai disitu, anak-anak kecil dengan muka polosnya pun ikut mencari keberkahan dimalam yang penuh keindahan, dengan wajah lugunya mereka menjual koran bekas, untuk alas duduk jamaah.

Read more

Close