Minggu minggu baru ini, Indonesia telah melantik  kabinet di masa khitmad pemerintahan presiden Joko Widodo – Jusuf Kalla. Kabninet kerja, begitulah nama yang diberikan pada kabinet ini. Nama tersebut dipilih dan disahkan pula oleh Bapak presiden ke tujuh, Jokowi Dodo.

Setelah mendengar berita tentang kabinet kerja, dengan sepontan  rasa penasaran di kepala muncul untuk mengetahui siapa tokoh tokoh yang berhasil mengelar jabatan mentri ini. Susi Padjiastuti nama mentri yang pertama membuatku untuk menulusuri biografi sang ibu mentri, menginggat gelar Kementrian Kelautan dan Perikanan yang disandangnya. Karma dulu semasa masih duduk dibangku SMA, aku merupakan anak perikanan.

Sebelum menelusuri biografi bu Susi, dibayangkan ku sudah membayangkan pendidikan yang dulu pernah dicapainya. “Mungkin dia lulusan cumload mahasiswa PTN yang terkenal di Indonesia, kemudian melanjutkan  S2 nya di luar negri sana dan bla., blaa., bllaaa., yang berkaitan dengan pendidikan intelektualnya, pikirku.

Namun ternyata pikiranku salah besar. Beliau bukan lulusan terbaik di Universitas ternama di Indonesia, bahkan bukan pula orang yang pernah menekuni pendidikannya di luar negri sana. Beliau hanya memiliki ijazah SMP saja.

Ha ?!?!?? lulusan SMP ??? bisa jadi mentri ??? saking shock dan kagetnya, ku buat status di wall facebook, kemudian ku Tag kan ke guru perikanan ku yang dulu sempat mendidik perikanan semasa SMA.

 fb

Setelah ku telusuri lebih dalam akan biografi beliau di Mbah Google. Memang benar beliau hanya memiliki ijazah SMP, setamat SMP ia sempat melanjutkan pendidikan ke SMA. Namun, di kelas II SMAN Yogyakarta dia berhenti sekolah karena dikeluarkan dari sekolah lantaran keaktifannya dalam gerakan Golput.

Lalu kenapa Pak Jokowi mau mengangkat beliau menjadi mentri kelautan dan perikanan ? hmm., ternyata pengalaman dan kesuksesan bu Susi yang menjadi pertimbangan Pak Jokowi berani menganggkatnya menjadi mentri di kabinet kerja.

Bu Susi lahir di Pangandaran, 15 Januari 1965 adalah pengusaha pemilik dan Presdir PT ASI Pudjiastuti Marine Product, eksportir hasil-hasil perikanan dan PT ASI Pudjiastuti Aviation atau penerbangan Susi Air dari Jawa Barat.

Dengan modal awal 750 ribu bu Susi membuka usaha menjadi pengempul ikan di Pangandaran. Siapa yang bakal menyangka kalau usaha menjadi pengempul ikan, sekarang sudah menjadi besar. Hingga awal tahun 2012, Bu Susi Air memiliki 46 pesawat dengan berbagai tipe seperti Cessna Grand Caravan, Pilatus PC-06 Porter dan Piaggio P180 Avanti. Susi Air mempekerjakan 179 pilot, dengan 175 di antaranya merupakan pilot asing. Tahun 2012 Susi Air menerima pendapatan Rp300 Miliar dan melayani 200 penerbangan perintis.

Memang cukup banyak orang yang sukses dengan jalan tidak melalui pendidikan formalnya. Bill gates sang owner Microsoft dan Stave Jobs sang pembuat Apple adalah dua diantara ribuan orang yang sukses tanpa jalur pendidikan formal di kanca Internasional. Kalau dunia IT kita punya dua orang tersebut. Indonesia pun punya ahli Kelautan dan Perikanan, Ibu Susi Padjiastusti, yang sekarang menjadi treanding topik media.

Lahirnya tokoh tokoh inspiratif di sekitarku, membuat ku menggingat akan sebuah kalimat atau petuah yang pernah disampaikan oleh salah satu guru mapel kewirausahaan semasa SMA, Bapak Mustolah S.Pi.

            ”Pendidikan itu sebuah sistem, kalau kita bisa dan dapat membuat sistem dalam diri kita, maka kita dapat sukses, tanpa harus duduk di bangku kuliah yang tinggi”.

Meskipun tokoh tokoh tersebut termasuk orang yang sukses diukur dari finasnsial dan jabatan. Tapi kenapa kita tidak coba meniru mereka ? toh kesuksesan mereka membawa manfaat untuk orang banyak. Kan ”Khairunn Naass Anfahum li Nass” sebaik baik manusia adalah yang dapat memberikan manfaat banyak kepada orang lain.

Semoga dengan `teori yang diberikan oleh bapak Mustolah dan beberapa orang yang sukses tanpa melalui jalur pendidikan formalnya, menjadikan diri ini mengerti dan dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan ku. Bahwa tak selamanya orang yang berpendidikan tinggi akan selalu sukses, semua tergantung pada individunya masing masing. Tergantung pada kita, dapatkah kita membuat sistem yang keren dan bagus untuk diri kita dan membuat diri kita sukses

Facebook Comments