Monthly Archives

November 2014

Tak Berkategori

Si Hawa yang ber-Adam

Kau terlalu bersikap sporadis terhadap aku. Seakan menguranggi citra sikap ke-hawa-an mu, yang seharusnya diincar dan diperebutkan oleh adam. Kau seperti adam. Memang tak salah, itu hak mu. Namun tahu kah kamu ? kalau aku merasa terganggu akan kedatanganmu. Kedatangan yang secara cepat dan begitu ingin memiliki.

 

Kenapa kau datang lagi. Datang dalam kehidupan ku yang sunyi. Aku masih ingin dalam kesunyian yang begitu tenang, walau terkadang menyakitkan. Tak masalah aku sunyi, karena dalam sunyi kutemukan api membara yang begitu memanaskan semangat.

Read more

Curahan Hati

Orang – Orang Tertipu

 

 

Orang – orang tertipu. Ketika yang mereka lihat adalah hanya kulit semata. Seakan yang baik kulitnya baik pula dalamnya. Mereka seakan tertipu saat kulitnya buruk dan mereka anggap buruk pula isinya.

 

Bak lukisan topeng. Mereka hanya menggunakan topeng semata. Tak selamanya yang kau anggap baik luarnya, baik pula dalamnya. Dan tak selamanya pula, saat kau melihat kulit yang buruk, buruk pula dalamnya.

 

Read more

Filosofi

Nikmatin Rujak, Nikmatin Pula Hidup

Panas panas gini kayaknya enak banget yahh makan rujak ditemani es yang menyegarkan. Wuihh., pasti cocok banget ya sobat. Udah dech kebanyang kan rasa nikmatnya. Seakan hidup ini bener bener nikmat banget.

 

Ehh sob tau gak ? kemaren kemaren aku sempet baca baca tulisan dari bunda Damae di Blognya, tentang filosofi rujak dengan kehidupan. Eitss., kayaknya gak afdol nich baca tulisan di blog ini sebelum sobat baca tulisannya bunda Damae disini.

 

Udah baca tulisannya tentang filosofi rujaknya ?? beneran udah ? serius ? kalau belum klik dulu dech disini.

Read more

Perjalanan Hidup

KC Bukan Sekedar Pengajian Biasa

           Kenduri Cinta, sebuah tempat berdiskusi, ngaji, dan menambah wawasaan baru bersama orang orang Maiyah. Yaa., ini adalah salah satu majelisnya Cak Nun yang setiap bulannya berlangsung di Jakarta, tepatnya di Taman Ismail Marzuki.

            Sebelumnya aku tak pernah melangkah kan kaki ini untuk berada disalah satu majelisnya Cak Nun, dengan kata lain malam sabtu itulah aku pertama kali memasang telinga dan mata di Kenduri Cinta. Awalnya hanya iseng iseng, buka websitenya Cak Nun dan lihat jadwal majelisnya beliau. Ternyata ada di Jakarta, langsung ku conntak sobat lamaku si Faroby yang termasuk salah satu fans terberatnya Cak Nun. Alhasil kita janjian dan akhirnya bertemu.

            Pertama kali datang di KC aku di paksa memberikan apresiasi terbesar untuk siswa siswi MTs Negri  9 Jakarta Pusat. Gimana tidak ? mereka mempertunjukan seni Gurindam yang sangat memukau orang orang Maiyah. Rasa kagum dan takjub berselimut. “Hebat sekali mereka, ditengah moderenisasi di Jakarta, mereka sempat dan mau belajar seni Gurindam”. Salah satu pertunjukan mereka yang sangat membuat hati ini merinding yaitu ketika mereka mempertunjukan drama kecil kecilan tentang siksa akhir. Lucu, kocak namun membuat hati ini bergetar.

Peralatan Gurindam MTs 9 JakPus

            Pertunjukan seni Gurindam berakhir. Sekarang sesi yang ditunggu tunggu, diskusi orang Maiyah. Proses diskusi ini cukup seru, bahkan bukan cukup yahh., melainkan si the best diskusi. Pasalnya, didiskusi ini dihadiri oleh sang ahli Geopolitik, Sekjen PBNU, beberapa Kiyai NU, Musisi Jass dan tak ketinggalan pula  mas Lukman Baehaki sang komedia Stand Up kemedi yang membuat perut ini sakit gara gara kekocaknya.

Mas Lukaman membuat perut ini tambah sakit. #kocak

            Diskusi ini diberi judul ”Negri Setengah Hati” dan diawali dengan mengulas kembali sejarah Nahdlotul Ulama, dari sejak mbah Wahab Hasbullah, kemudian Yai Wahid Hasyim hingga NU kekinian.

 Read more

Uncategorized

Ku Tak Perlu

Perlukah meluapkan semuanya. Betapa dinginnya kehidupan ini. Hujan yang menguyurkan rasa. Bumi yang menjadi tipakan. Langit yang ku jadikan atap.  Rasa ini, jiwa ini tak ada yang akan mengerti.
 
Perlukah menceritakan semuanya. Beban yang kuangkat selama ini. Begitu membebankan pundak. Andai kau tau. Hampir ku tak sanggup. Sungguh tak sanggup.
 
Perlukah aku berandai. Berandai menjadi bintang. Sinarnya sungguh indah.  Memancarkan ke bumi. Menjadi teman setiap insan saat terlelap dalam mimpi. Achh., Bintang hanya muncul ketika malam saja.
 
Perlukah aku menjadi Matahari. Sinar yang menyambut insan ketika pagi datang. Menjadi teman seluruh makhluk saat beraktifitas. Tak kan merasa lelah untuk menghangatkan bumi. Namun dia hanya berteman saat pagi hingga gelap datang.
 
Ku tak perlu semua itu. Omongan yang membuat hati berderah, sungguh tak perlu. Ombak tak bisa diubah. Namun ku dapat mengendalikan layar. Perahu ini kan berlabuh kelak. Dilabuhan yang membahagiakan. aminn
Uncategorized

Kesederhanaan lah.,

Indonesia sekarang memasuki masa pemerintahan bapak Presiden Jowo Widodo atau yang akrab dipanggil dengan Pak Jokowi.

            Sedikit flashback sebentar sebelum saat masa masa peraliahan, yaitu disaat detik detik akhir Pak SBY menjabat menjadi Presiden. Ada yang menarik disini, saat ternyata kemenagan diraih oleh kubu Indonesia Hebat. Ya.., Pak Jokowi akhirnya menang dalam pemilihan umum kali ini, dan resmi menjadi pemimpin bumi pertiwi, Indonesia.

            Berjuta sebab pak Jokowi menang dalam pemilu kali ini, selain mendapatkan perolehan suara terbanyak. Salah satunya kesederhanaan beliau lah, yang menjadi daya pikat masyarakat Indonesia. Sederhana, satu kata yang kali ini kita akan bahas bersama.

            Ketika beberapa orang berebut rebut manjadi seorang miliader, kemudian memiliki mobil mewah, rumah yang megah dan tak kentinggalan pula, istri yang cantik hehe 😀 . Dan segudang keingginan orang dan berlomba lomba untuk dapat hidup mapan dengan fasilitas yang mewah.

            Namun disisi lain pula terdapat beberapa orang yang meskipun termasuk orang yang berkecukupan enggan mengunakan kecukupan tersebut dan memilih untuk hidup sederhana.

                                                                   Read more

Uncategorized

Pendidikan Formal itu Cuma Sebuah Sistem Ko

Minggu minggu baru ini, Indonesia telah melantik  kabinet di masa khitmad pemerintahan presiden Joko Widodo – Jusuf Kalla. Kabninet kerja, begitulah nama yang diberikan pada kabinet ini. Nama tersebut dipilih dan disahkan pula oleh Bapak presiden ke tujuh, Jokowi Dodo.

Setelah mendengar berita tentang kabinet kerja, dengan sepontan  rasa penasaran di kepala muncul untuk mengetahui siapa tokoh tokoh yang berhasil mengelar jabatan mentri ini. Susi Padjiastuti nama mentri yang pertama membuatku untuk menulusuri biografi sang ibu mentri, menginggat gelar Kementrian Kelautan dan Perikanan yang disandangnya. Karma dulu semasa masih duduk dibangku SMA, aku merupakan anak perikanan.

Sebelum menelusuri biografi bu Susi, dibayangkan ku sudah membayangkan pendidikan yang dulu pernah dicapainya. “Mungkin dia lulusan cumload mahasiswa PTN yang terkenal di Indonesia, kemudian melanjutkan  S2 nya di luar negri sana dan bla., blaa., bllaaa., yang berkaitan dengan pendidikan intelektualnya, pikirku.

Read more

Close