Monthly Archives

September 2013

Uncategorized

Tumbuhkan ! Aklhlak Sufistik dari Orang Gila

Allah tak pernah membuat makhluknya tanpa ada manfaat yang bisa kita ambil, dari makhluk yang paling terkecil, nyamuk, semut pun terdapat manfaat yang dapat kita ambil. Begitu pula orang gila  (ORGIL). Dari Orgil ini kita dapat mengambil pelajaran yang luar biasa.

 Tak banyak orang dapat mengambil pelajaran yang ada di diri Orang gila ini. Jika, kita berpikir lebih jauh tentang Orang gila, maka seungguhnya didiri orang gila tersebut memiliki akhlak Sufitik. Mungkin anda akan bertanya-tanya, masa sich di diri orang gila terdapat akhlak Sufistik,.?!?
 Jika, kita telusuri maka sesungguhnya terdapat beberapa poin penting di diri orang gila yang mirip di miliki oleh orang-orang Sufi :
1.       Cara Berpakaian
Kita lihat orang gila tak pernah memikirkan cara berpakaian mereka, mereka tak pernah memirakan mode berpakaian apa yang sedang ngetren. Mereka berpakaina alng kadarnya, sederhana, dan tak peranh bermewah-mewahan hanya untuk berpakaian.Read more
Uncategorized

Karakteristik Indonesia dan Pendidikan Madrasah Aliyah

Indonesia merupakan negara beranekaragam adat dan kebudayaannya, hingga saat detik  ini negara Indonesia masih dikenal oleh  negara lain sebagai negara yang berbudaya ketimuran yang identik dengan sopan santun dan keramah tamahannya. Jumlah kebudayaan Indonesia sendiri hampir tak bisa kita hitung, itulah yang membuat lahirnya “Bhineka Tunggal Ika”  yang bererti meskipun berbeda-beda Agama, Suku, ras, dan budaya tetapi tetap satu jua, Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Banyak  perbedaan yang terdapat di Negara Indonesia ini, Agama, ras, suku, budaya, hingga bahasa yang berdialek sesuai dengan daerahnya masing-masing. Meskipun terjadi perbedaan diantara penduduk Indonesia, rasa toleransi antar umat beragama sangatlah erat terbukti tempat peribadatan antara agama yang satu dengan agama yang lain terletak berdekatan. Dalam UUD 1945 dinyatakan bahwa “Tiap-tiap penduduk diberikan kebebasan untuk memilih dan mempraktikkan kepercayaannya” dan “menjamin semuanya akan kebebasan untuk menyembah, menurut agama atau kepercayaannya”.

Agama di Indonesia sendiri terbagi menjadi enam kepercayaan yang dianut oleh penduduk  Indonesia, diantanya yaitu Islam, Kristen Protesta, Kristen Katolik, Budha, Hindu, Khonghucu. Seperti yang dijelaskan pada No. 1 Tahun 1965 Tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama pasal 1 yang ditetapkan oleh Presiden.

Di Indonesia sendiri, agama Islam menjadi salah satu agama yang dianut oleh mayoritas penduduk Indonesia. Meskipun jauh dari negara asal agama Islam, namun penduduk yang menganut agama Islam di Indonesia sangatlah besar, yaitu sekitar 12,7 % dari total Muslim dunia. Pada tahun 2010, penganut Islam di Indonesia sekitar 207 juta jiwa atau 87,18% dari jumlah penduduk. Dibandingkan dengan agama lain seperti Kristen Protestan sebanyak 6,96 %, Kristen Katolik 2,9%, Hindu 1,68%, Buddha 0,72%, Kong Hu Cu 0,05%, agama lainnya 0,13%, dan 0,38% tidak terjawab atau tidak ditanyakan.

Agama Islam di Indonesia sendiri menyerap ke seluruh lapisan masyarakat. Hal ini dikarenakan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu unit pendidikan. Unit pendidikan di Indonesia sangatlah beragam dari pendidikan kanak-kanak hingga unit pendidikan perguruan tinggi.

Proses pendidikan tak ubahnya dijadikan sebagai masalah yang remeh, pendidikan ini sangat berpengaruh dalam daya kembang tumbuh seseorang. Dalam tingkatan pendidikan pemerintah Indonesia menggolongkannya menjadi lima golongan yaitu golongan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menegah dan perguruan tinggi.

Pendidikan menegah, dari lima golongan yang dirumuskan oleh pemerintah Indonesia, pendidikan menegah sangatlah berpengaruh besar dalam tingkatan belajar seseorang. Hal ini, berkaitan dengan usia seseorang yang mengenyam pada pendidikan menegah rata-rata 14 – 18 tahun. Pada usia ini, seseorang sedang memasuki wilayah peralihan dari masa remaja akhir menuju ke tingkat kedewasaan yang lebih matang.Read more

Close