Menyambung tulisan sebelumnya berjudul Bisnis atau Entrepreneur? Sedikit Nyolek Iklan di Malhikdua. Kali ini saya menceritakan perjalanan awal bisnis di M2Net sekaligus mengevaluasi dan berbagi kepada pembaca agar tidak jatuh di lubang sama.

Setelah mantap memutuskan berbisnis, kami mendapat suntikan awal dari CakNov berupa saldo adsense dan dari Kak Izhak berupa dana cash 5 juta. Saldo Adsense itu statusnya hibah yang mana sempat bikin kami berjingkrak kegirangan karena mengira berdolar-dolar. Padahal..

screenshot pendapatan sekarang. dihibahkan saat terbilang $49

Ya, segitu :(. Pantas CakNov ngasih gratis hahaha. Dia bilang itu hasil adsense dari tahun 2005. selama 12 tahun dan belum pernah dicairkan karena belum memenuhi syarat minimal withdraw. Lambat banget kaya keong. Ya, dia bilang selama ini cuma sekeder nempelin, sekedar pakai barangkali suatu saat dimanfaatkan kala waktu bersahabat. Dia kuatir ada perubahan ketentuan yang membuat akun adsense disuspend gara-gara tak terpakai.

Maka menghibahkan ke kami merupakan jalan pintas terbaik. Setidaknya kami tak perlu bikin akun adsense baru yang katanya tak semudah jaman OLD.

Sejak itulah kami bekerja. Oleh Oob, webmaster kami, setiap blog di Malhikdua disetting tayang otomatis. Agar “sah” secara legal, penayangan ini kami masukkan dalam Term of Agreement di Malhikdua. Sejujurnya gak enak juga ‘memaksa’ iklan tayang di setiap laman setiap blog, tapi apa boleh buat, kami tak tahu cara mendisable per blognya 🙂

Tapi enak gak enak mohon dimaklumni, anggap saja kami sedang berpikir realistis, kami yang mengelola Malhikdua.com bertahun-tahun hanya berbekal biaya infrastruktur dari pengajuan tahunan Cak Nov ke sekolah. Cak Nov hanya meminta biaya sewa VPS, tak pernah meminta dana operasional, dana pengembangan, dana maintenance, dan segala printilan kelola server produksi.

“Karena kalau sedikit-sedikit meminta itu akan mematikan inovasi.” dalihnya. “cukup Malhikdua.com bisa kita pegang langsung sudah syukur Alhamdullah. Anggap bagi-bagi tugas. SCH dipegang internal sekolah. .COM external, yakni kalian para alumni. Semoga terjalin simbioasis mutualisme.” lanjutnya. (ya itu semua alibi sih, padahal sebenarnya sungkan palingan :p)

“Kalian sekarang harus berpikir kreatif memanfaatkan apa yg telah diberikan malhikdua sesuai skill masing-masing.” Pungkasnya lebih lanjut. Hmm. Jadi kaya reportase.

Begitu cerita awal muasal iklan bertebaran di Malhikdua sekaligus awal kami berbisnis. Namun jangan salah duga, Ini bukan bisnis plan utama. Mimpi kali ya dengan waktu dan bekal seadanya mengharap impressi maksimal. Jadi kalau ada yang beranggapan dari Adsense ini kami berjalan saya aamiinkan hahaha.

Bagi kami, Adsense masih sekedar “hiburan”, sekedar mengikuti perkembangan teknik ADS agar tidak katrok dengan hal-hal beginian. Memang sempat ada keinginan punya banyak penghasilan dari iklan agar bisa kuliner dan traveling kemana2 terus di IG kan hahaha. Tapi dengan status saya dan rekan2 yang masih kuliah, sebagiannya kerja, plus ilmu juga msih katrok tentunya mustahil bisa seperti para internet marketer top.

Lantas apa bisnis kami selanjutnya. Terus simak di blog Saefaz. Ada pertanyaan silakan komen di bawah