Monthly Archives

Oktober 2014

Uncategorized

Kemanakah Hafalan Mereka ?

“Saya cukup perihatin saat banyak orang menghafal Al Qur’an tetapi, akhlak perilaku tindak tunduk, bahkan ibadahnya pun tak menunjukan qur’aninyah”

Kalimat itu tiba tiba kembali teringat dalam benakku. Abah Mukhlas yang dawuh seperti itu. Hmm., memang setelah ku melepaskan ragaku dari penjara suci Al hikmah 2. ku temukan buktinya, ku menemukan hal hal yang didawuhkan Abah saat pengajian tafsir Jalalaen itu.

Sekarang rata rata orang mulai berbondong-bondong mencoba manghafalkan kallam Ilahi, tapi entah dimana jiwa qur’ani mereka ? dimana pula amalan-amalan yang seharusnya dilakukan oleh mereka ? seakan mereka jauh dari apa yang dihafalkan. Bukan berarti menghafalkan Al qur’an itu sesuatu hal yang tak baik atau sebuah kejelekan. Tatapi apa yang mereka perbuat tak sama dengan apa yang mereka hafal, sungguh ironi.

Hal itulah yang masih membuatku merasa menganjal dihati saat hendak menghafalkan Al Qur’an. Selain merasa tak sanggup untuk menghafal, pertimbangan untuk menjaga hafalanpun sampai saat ini ku rasa aku belum sanggup. Tetapi tidak semua hafidz atau hafidzoh berperilaku seperti yang diatas, ada pula yang mengahfal dan mengamalkan kalam sang Illahi.

”yang terpenting itu, bagaimana kita mencoba mengamalkan isi Al Qur’an nya bukan hanya sekedar hafal. Kalau hanya sekedar menghafal itu gampang, yang sangat susah adalah mengamalkannya”.

Read more

Uncategorized

Pemuda Islam Kota dimanakah Kalian ?

Suatu malam yang riuk pikuk di tanah perkotaan, Tangerang. Saat sebuah penantian sang Asatidz setoran hafalan Al Qur’an untuk kami anak anak Rumah Tahfidz Indonesia. Tak menyangkan akan kedatangan tamu yang tak kami duga, bukan Ustad Yusuf Mansyur sang Owner PPPA Darul Qur’an, bukan Rektor kampus kami bahkan bukan pula Asatidz yang menerima setoran hafalan kami. Melainkan seorang jamaah Masjid Assalam, seorang jama’ah laki laki yang biasa mendirikan sholatnya di masjid yang hanya terletak sepuluh langkah saja dari Rumah Tahfidz kami.

Pak Arif sebut saja nama bapak tersebut, bapak yang sudah memasuki umur berkisar kepala empat itu, tiba tiba berselitahurahim ke asrama kami. Memberikan jabat tangannya kepada kami satu persatu, kami sempat dibuat binggung oleh beliau. Dalam pikiran kami mungkin orang ini yang akan menjadi Asatidz untuk hafalan kami. Namun, apa yang kami pikirkan ternyata salah besar. Beliau hanya jama’ah Masjid yang selalu mendirikan tiang agamanya disamping asrama kami, Masjid Assalam.

Read more

Uncategorized

Aku Rindu Engkau, Abah

Dalam kesunyian jiwa di tanah perantauan orang

Aku sungguh rindu dengan engkau

Rindu akan cahaya jiwa yang pernah kau beri

Di dalam hati

Pemberian yang suci

Read more

Close